Sinopsis Singkat Age of Samurai: Battle for Japan

Japan  
Age of Samurai : Battle for Japan logo sumber : butwhythopodcast.com 
Age of Samurai : Battle for Japan logo sumber : butwhythopodcast.com

Menonton dokumenter adalah cara terbaik untuk menghabiskan waktu bila sedang malas membaca. Karena menyaksikan dokumenter membuat kita seakan-akan sedang belajar. Menambah wawasan. Menyerap informasi baru.

Walaupun terkadang tidak bisa dipungkiri sebagian besar dokumenter di layanan streaming sekarang ini lebih banyak bertujuan sebagai hiburan daripada edukasi. Tapi ada satu dua yang memenuhi dua kriteria itu sekaligus.

Salah satunya Age of Samurai: Battle for Japan yang bercerita tentang terbentuknya masa pemerintahan militer Shogun Tokugawa. Sistem yang bertahan selama berabad-abad itu dimulai ketika panglima atau daimyo yang menguasai Provinsi Owari Oda Nobuhide meninggal dunia.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Ditengah pertentangan siapa yang akan menjadi pemimpin keluarga Oda selanjutnya muncul putra tertua Nobuhide yakni Nobubaga yang terkenal dengan kekejiannya. Tak tanggung-tanggung ia membunuh adiknya sendiri ketika ia mendengar adiknya itu berencana menggulingkannya.

Nobunaga merupakan ahli strategi dan taktik perang, ia memimpin klannya mengalahkan klan-klan yang lebih kuat dan besar. Kemenangan-kemenangannnya membuat ia berhasil mendapatkan dua orang tangan kanan yang turut menorehkan tinta sejarah Jepang, Toyotomi Hideyoshi dan Tokugawa Ieyasu.

Nobuga memimpin klannya untuk menyatukan Jepang, ia ingin menguasai wilayah tengah termasuk Ibukota Kekaisaran, Kyoto. Dalam perjalanannya ia mendapat perlawanan termasuk kelompok agama Buddha terutama Ikko-Ikki yang merupakan gerakan pemberontakan berbasis keagamaan.

Marah dengan perlawanan tersebut ia membantai begitu banyak penganut agama Buddha. Sebagian besar orang sipil tak bersalah. Nobunaga juga mengalahkan klan Takeda, salah satu dari sedikit klan yang dapat menandanginya. Kini Nobunaga pun menjadi daimyo terkuat di Jepang.

Karena kekejiannya Nobunaga mendapat julukan sebagai Raja Setan. Tapi salah satu jenderalnya Akechi Matsuhide, kecewa dengan kepemimpinan Nobunaga yang begitu kejam. Matsuhide menyerang kastil Nobunaga yang penjagaannya melemah karena ia memerintahkan anak buahnya untuk menyerang ke wilayah-wilayah lain.

Matsuhide berhasil membunuh Nobunaga dan ia pun menjadi daimyo terkuat di Jepang. Tapi Hideyoshi yang setia pada Nobunaga berhasil menumbangkan pemberontakan Matsuhide dengan cepat. Hideyoshi pun menjadi penerus Nobunaga.

Hideyoshi langsung menghabisi pengikuti setia Nobunaga untuk memperkokoh kekuasaannya. Ia berhasil mengalahkan jenderal Nobunaga paling setia, Shibata Katsuie.

Ia juga sempat konflik dengan Tokugawa Ieyasu yang ambisius tapi perselisihan berakhir tanpa pertumpahan darah lebih lanjut dan keduanya membentuk aliansi. Walaupun dalam aliansi itu posisi Hideyoshi berada di atas Ieyasu.

Demi menegaskan posisinya Hideyoshi mengarang ia merupakan keturunan keluarga kerajaan agar dapat menjadi perdana menteri. Padahal ia berasal dari keluarga petani. Ia dijadikan tangan kanan oleh Nobunaga karena kesetiaan dan kemahirannya dalam berperang.

Hideyoshi pun memperluas kekuasaannya sampai ke utara Jepang. Ia harus berhadapan dengan Date Masamune. Tapi akhirnya daimyo yang dijuluki Naga Bermata Satu itu setuju untuk mengabdi pada Hideyoshi.

Hideyoshi semakin haus dengan kekuasaan. Ia ingin menaklukan Cina tapi ia harus melewati Korea terlebih dahulu. Hal ini mengakibatkan invasi Jepang ke Korea pada tahun 1592–1598 atau Perang Imjin.

Invasi ini menewaskan sekitar satu juta sipil dan pasukan Korea. Semenanjung Korea mendapatkan bantuan dari Kekaisara Ming, Cina. Pasukan Jepang pun akhirnya mundur. Serangan tersebut merugikan Hideyoshi. Ia takut kerabat dan jenderal-jenderal mengkudeta.

Ia menetapkan lima orang daimyo terkuat sebagai wali putranya Toyotomi untuk dididik menjadi penerusnya bila ia meninggal sebelum Toyotomi dewasa. Akhirnya Hideyoshi meninggal dunia pada tahun 1598. Tokugawa Ieyasu yang telah menjadi bawahan Nobunaga dan Hideyoshi melancarkan upaya terakhir untuk menjadi daimyo terkuat dan paling berkuasa di Jepang.

Toyotomi Hideyoshi tewas dalam sebuah penyerbuan. Lima orang daimyo terkuat pun memimpin Jepang. Termasuk Tokugawa Ieyasu yang bertanggung jawab pada urusan dalam negeri dan daimyo senior Maeda Toshiie yang bertanggung jawab membesarkan dan mendidik Hideyoshi.

Toshiie didekati seorang daimyo kelas menengah Ishida Mitsunari, yang merupakan loyalis Hideyoshi yang ingin mencegah Ieyasu melangkahi tuannya. Mitsunari membujuk Toshiie memerangi Ieyasu tapi daimyo senior itu menolaknya karena tahu pertumpahan darah yang akan diakibatkan perang tersebut.

Akhirnya Toshiie meninggal dunia. Ieyasu akhirnya menetapkan diri sebagai penguasa Jepang. Hal ini memicu amarah para anggota dewan daimyo lainnya dan meminta Ieyasu untuk mundur tapi Ieyesu mendeklarasikan perang.

Ieyasu Tokugawa dan Ishida Mitsunari menggelar perang. Ieyasu memenangkan perang setelah sekutu Mitsunari yakni Kobayakawa Hideaki mengkhianatinya karena ia masih sakit hati pada perlakuan Hideyoshi padanya selama invasi Korea.

Iayesu mendeklarasikan dirinya sebagai Shogun, dan sejak saat itu dimulailah masa Keshogunan Tokugawa yang berkuasa selama 250 tahun.

Berita Terkait

Image

Archive 81 episode 2

Image

Archive 81 episode 1

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

0

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image