Bridgerton : “I Burn For You” yang Lintas Zaman dan Warna Kulit

Europe  
Bridgerton tembus rekor dengan 82 juta penonton. Sumber : Glamour
Bridgerton tembus rekor dengan 82 juta penonton. Sumber : Glamour

Saya jarang sekali menonton romansa drama-abad pertengahan. Hanya dua film dari genre itu yang benar-benar saya nikmati yaitu Bram Stoker's Dracula (yang lebih ke horor) dari Francis Cappola dan Shakespeare in Love. Saya menyaksikan kedua film itu saat masih remaja.

Sejak saat itu saya tidak ingat lagi pernah sengaja menonton film bergenre drama-romantik abad pertengahan. Sampai akhirnya serial dari Netflix, Bridgerton yang saya tonton pada akhir tahun 2020 lalu.

Awalnya saya penasaran dan hanya ingin menonton satu episode saja. Tapi akhirnya ketagihan hingga saya menonton seluruh musim hanya dalam dua kali duduk.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Saya tidak bisa berhenti menonton, saya terus penasaran apa yang terjadi selanjutnya. Apa yang terjadi antara Duke Simon dan Daphne, Anthony dan Siena Rosso, dan upaya gadis-gadis kelas atas menarik hati para bangsawan.

Saya sendiri terkejut dengan ketertarikan saya dengan cerita ini. Tapi Shonda Rhimes (Grey's Anatomy, Scandal) memang selalu bisa mengemas serial televisi yang menyita perhatian.

Di musim pertama Bridgerton berkisah tentang gadis-gadis muda menarik perhatian untuk mendapat pasangan yang pantas atau dari kelas yang lebih tinggi. Latar ceritanya di London pada zaman Regency artinya sekitar awal tahun 1800-an sekitar 1811 sampai 1820. Masa periode ini beragam di antara sejarawan. Ada yang juga bilang dari 1759 hingga 1837.

Yang berbeda dari Bridgerton, masyarakat London saat itu sudah terintegrasi secara rasial. Jadi walaupun berlatar abad pertengahan tapi masyarakat di cerita itu sudah multiras dan etnis seperti Inggris modern.

Saya rasa tidak hanya kisah percintaan tapi kecerdasan dan rasa ingin tahu Eloise Bridgerton dan ambisi Penelope Featherington juga memikat penonton. Hampir semua serial televisi Rhimes menyita rasa penasaran.

Setelah Grey's Anatomy, Scandal, How to Get Away with Murder, Station 19 kini Brigerton dan Inventing Anna kembali membuktikan Rhime mengerti betul bagaimana caranya membuat menonton "intriguing and entertaining"

Berita Terkait

Image

Archive 81 episode 2

Image

Archive 81 episode 1

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

0

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image