Invasi Rusia ke Ukraina Guncang Produksi Film di Eropa Timur

Europe  
Leviathan 2014
Leviathan 2014

Salah satu dari ribuan alasan membenci invasi Rusia ke Ukraina adalah rusaknya pertumbuhan industri film (dan serial) di Eropa Timur. Awalnya saya tidak mau bicara soal pekerjaan tapi mengetahui hal ini saya kira isu yang akan bahas masih selaras dengan hobi saya.

Seperti yang dapat dibaca di berita-berita di media (termasuk yang saya tulis) dampak serangan Rusia ke Ukraina begitu menghancurkan. Tidak hanya bagi Ukraina tapi juga seluruh dunia. Negara-negara Barat memberikan sanksi berat bagi Rusia. Tidak hanya pemerintahnya tapi juga sektor swasta atau sipil.

Bukan rahasia lagi Hollywood penuh dengan kemunafikan dalam isu anti-Semit mereka humanis tapi tiba-tiba tutup mata pada penderitaan rakyat Palestina. Tak ada sepatah kata pun mengenai kekerasan di Papua tapi beringas terhadap kekejian pemerintah Cina pada masyarakat Uighur.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Hollywood seperti arena kultural (bila boleh meminjam Pierre Bourdieu) lainnya di seluruh dunia. Agen-agennya memiliki berbagai latar belakang. Tapi ada satu yang pasti sebagian besar pemimpinan studio, produser, sutradara dan aktro/aktrisnya membenci Rusia.

Mungkin hasil doktrinisasi era Perang Dingin atau mungkin karena hal lainnya. Tapi begitu banyak film yang mendeskreditkan Rusia. Perang Ukraina menambah beban kebencian itu.

The Hollywood Reporter melaporkan Warner Bros. Pictures menunda peluncuran The Batman yang harusnya dirilis 3 Maret lalu di Rusia; Disney menarik film Pixar yang berjudul Turning Red yang harusnya rilis 10 Maret; dan Sony tidak akan akan meluncurkan Morbius di Rusia yang harusnya rilis pada 24 Maret.

Pada 1 Maret lalu Paramount juga menunda peluncurkan Sonic the Hedgehoog 2 yang harusnya rilis 31 Maret dan The Lost City yang harusnya rilis 7 April. Universal menunda peluncuran The Bad Guys yang harusnya rilis 24 Maret dan Ambulance yang harus rilis 7 April.

Perang tidak hanya berdampak pada film-film yang dirilis di Rusia. Tapi industri film dan televisi internasional. Produksi musim tayang kedua Silence tertunda karena invasi. Serial televisi bertema kriminal itu lintas perbatasan yang diproduksi Kroasia, Rusia, Ukraina dan Jerman dan sudah terjual ke HBO Eropa.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang merupakan mantan komedian dan produser televisi itu mendorong negaranya ke pentas industri hiburan dunia. Serial televisi populer Chernobyl yang tayang di HBO dan The Last Mercenary yang tayang di Netflix diproduksi di Ukraina.

Saat ini Ukraina masih menjadi medan perang dan belum diketahui kapan industri film dan televisi bisa bangkit lagi. Sebelum perang industri hiburan Ukraina dan Rusia saling berkelidan. Alexander Rodnyansky produser Leviathan, Loveless dan lain-lain dan Vlad Riashyn, pendiri rumah produksi Star Media merupakan orang Ukraina yang menjadi raksasa industri perfilman Rusia dalam beberapa dekade terakhir.

Tampaknya masih lama hingga akhirnya Mubi merilis film dari Ukraina dan Rusia lagi.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

0

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image