Rurouni Kenshin : Pertemuan Pertama

Anime  

Masih terekam dengan jelas dalam ingatan pertama kali saya melihat Rurouni Kenshin atau di Indonesia lebih dikenal dengan Samurai X. Waktu itu saya masih kelas tiga SD. Keluarga kami baru pindah dari Jakarta Selatan ke Depok.

Tidak hanya sibuk, lelah, dan cemas karena kerusuhan 1998, reformasi dan pindah rumah. Suasana di rumah saat itu sangat tegang karena dua kakak saya yang usainya terpaut 10 dan 11 tahun dengan saya tidak setuju pindah rumah.

Maklum mereka besar di Jakarta Selatan yang merupakan pusat pergaulan ibukota. Kakak-kakak saya "ngambek" sementara ibu saya marah-marah karena seperti biasa ia merasa semua hal tidak sesuai dengan keinginannya.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Jadilah atmosfir di rumah saat itu sangat tidak kondusif dan menyenangkan. Beruntung saya terhibur dengan kehadiran sanak-saudara dan sepupu-sepupu saya.

Dulu waktu kecil saya sangat bahagia bermain bersama mereka. Jadi masih ada jeda dalam masa kecil saya di tengah kemelut bangsa dan rumah tangga.

Tapi kemudian sanak-saudara saya pulang, saya tidak punya teman di lingkungan rumah yang baru dan kakak-kakak saya mulai kuliah di Jakarta Pusat. Saya pun kesepian, selalu main sendirian. Di saat itu saya bertemu dengan Kenshin Himura (belakang saya tahu seharusnya dieja Himura Kenshin) dan kawan-kawan.

Saya sangat bersemangat saat pertama kali melihat opening anime itu. Saya masih ingat Samurai X tayang di SCTV pukul 15.00 WIB tapi saya lupa harinya atau tayang berapa kali dalam seminggu. Saya mengikuti anime itu dengan penuh obsesi.

Kemudian saya memiliki beberapa teman di lingkungan rumah, sekolah saya yang baru pun memulai tahun ajaran. Saya jadi memiliki teman bermain, dan tidak lagi selalu sendirian di rumah. Tapi saya masih menyempatkan waktu untuk menonton Samurai X.

Hingga akhirnya anime itu terlalu meledak. Tidak hanya animenya saya juga membeli komik Rurouni Kenshin yang seperti semua manga di Indonesia diterbitkan Elex Media Komputindo.

Rurouni Kenshin tidak hanya sekedar nostagia masa kecil tapi juga memberi garis awal ketertarikan saya pada sejarah dan politik. Waktu itu sejarah Meiji, restorasi dan asimiliasi budaya Barat dan Timur sesuatu yang cukup berat untuk dicerna anak-anak.

Saya mulai sedikit memahami bahwa apa yang diceritakan di Rurouni Kenshin adalah sejarah di kelas 5 SD. Sebelum itu saya kira itu hanya bercerita tentang samurai jagoan yang mengalahkan musuh-musuhnya dengan pedang.

Saya tidak hanya terobsesi dengan Kenshin Himura, Kaoru Kamiya, Sanosuke Sagara, Yahiko Myojin dan Megumi Takani. Tapi juga pada tokoh antagonis seperti Saitō Hajime, Aoshi Shinomori, Makoto Shishio, atau Seta Sōjirō.

Tokoh-tokohnya antagonisnya menurut saya lebih "keren" dari protagonisnya. Seperti kebanyakan orang sejak kelas 5 SD tokoh favorit saya adala Aoshi dan Seta.

Rurouni Kenshin tentu memiliki banyak kekurangan tapi ia menjadi teman yang baik bagi anak yang kesepian. Ia melontarkan imajinasi saya meninggalkan dunia yang riuh, bising dan suram.

Si Batosai membawa saya ke petualangan-petualangan menajubkan bukan untuk menegakan keadilan atau memberantas kejahatan. Kenshin dan teman-temannya tidak berusaha menciptakan perdamaian di atas muka bumi.

Mereka bertempur untuk alasan yang sederhana, untuk orang-orang yang mereka kasihi. Itu saja. Bukan karena membenci orang yang mereka hadapi. Bukan karena dendam.

Petualangan mereka adalah petualangan Jepang mengarungi perubahan.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

0

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image